LEADERSHIP ENDURANCE TEST

Apa dan Kenapa Diperlukan Suatu Leadership Endurance Test?

DIRGA CAHYA ABADI ANUGRAH

Dengan memanjat kan Puji Syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan berkah dan rahmat-Nya. Saya Yanti Febriana Anggiesta Sebagai Direktur Utama   PT . Dirga Cahya Abadi Anugrah, selaku penangung jawab utama kegiatan dan selaku pemegang hak paten dari model pengembang SDM berbasis Endurance, yang Kami namai  “LEADERSHIP ENDURANCE TEST,”  mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Kami. 
 
 
lahirnya model assessment berkenaan dengan job matching untuk leader, berbasis endurance, sebenarnya diawali oleh sebuah keprihatinan situasi nyata dalam perusahaan dan dari pembicaraan kami dengan beberapa perusahaan Nasional BUMN dan BUMS berkenaan dengan :
 
Partama, banyak leader berkompetensi tinggi tetapi cepat menyerah ketika berinteraksi dengan berbagai tekanan, baik tekanan dari resiko bisnis,  seperti adanya resiko pasar, resiko reputasi, resiko hukum, dll dan tekanan internal seperti adanya tekanan dari target perusahaan, tekanan atasan, tekanan bawahan, dll juga tekanan internal berupa persaingan bisnis, lingkungan usaha dan kekuasaan.
 
Kedua, Indonesia saat ini masih menggunakan model model pengembangan SDM atau pencarian bibit bibit leader dengan mengusung konsep konsep luar, yang tentunya sangat berbeda budaya, kebiasaan dan juga situasi dan kondisi perusahaan
 
Ketiga, kaidah kaidah dalam proses penempatan leader yang selama ini digunakan hampir sebagian besar berbasis kompetensi dan pengalaman, padahal dalam kenyataan bahwa suksesnya leader dalam memimpin suatu perusahaan tidak saja didasarkan oleh kompetensi tetapi kemampuan menghadapi berbagai tekanan mutlak diperlukan.
 
Atas dasar itulah Kami, khusunya saya dengan Bapak Said Didu mencoba untuk meramu dan menemukan sesuatu yang bisa mengungkap sisi lain dari kemampuan seorang leader untuk bisa sukses dalam memimpin organisasi, atas dasar itulah maka lahir LET atau Leadership Endurance Test.
 
 
   Sehubungan dengan hal tersebut, Kami sangat berharap Kepada Anda agar bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk berdialog dan berdiskusi, lebih lanjut dalam proses penggunaan model LET.
 

FOUNDER & MASTER LEADERSHIP ENDURANCE TEST

Kinerja perusahaan sangat ditentukan oleh Endurance Pimpinan pada semua level. Endurance adalah aktualisasi dari kompetensi, sikap dan kepribadian,  dan value seseorang. Endurance seseorang akan optimum jika ditempatkan pada posisi jabatan yang sesuai (matching) dengan kompetensi, sikap dan kepribadian, serta value hidup.
 
Endurance seseorang dibutuhkan untuk mengatasi tekanan permasalahan yg terjadi pada masing-masing posisi jabatan.  Karena tugas dan tanggunga jawab masing-masing jabatan berbeda-beda maka endurance pejabat yg dibutuhkan pada masing-masing jabatan juga berbeda-beda. Agar kinernja optimum,  maka setiap posisi jabatan memerlukan Endurance Minimum Jabatan (EMJ) sebagai persyaratan untuk dapat menduduki jabatan tersebut.  Sementara itu setiap individu memiliki Endurance Individu (EI) sebagai modal untuk memangku jabatan tertentu. 
 
Atas dasar pertimbangan tersebut maka metode Leadership Endurance Test (LET) dirancang utk melakukan job matching antara Endurance Individu dengan Endurance Minimum Jabatan agar kinerja perusahaan makin meningkat karena dikelola oleh orang-orang yg endurancenya optimum pada setiap posisi jabatan.

Team Leadership Endurance Test

PENDAHULUAN & SOLUSI

PENDAHULUAN

Albert Einstein mengatakan, “Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree it will life its whole life believing that it is stupid”. Karyawan perusahaan akan menghasilkan kinerja yang maksimal jika berada di posisi jabatan yang sesuai dengan potensi unik yang ada pada dirinya. Michael Schumacer pembalap mobil Formula 1 hanya akan berprestasi puncak jika berada di sircuit dengan jalan yang halus dan rata, dan  akan gagal jika berada di jalan yang bergelombang.
 
Kinerja karyawan yang menurun tidak hanya disebabkan oleh kompetensi, kepribadian, dan integritas, melainkan kesalahan dalam menempatkan karyawan tersebut. No one is perfect,  yang ada setiap orang adalah pembelajar yang baik. Penentu keberhasilan karyawan mencapai kinerja optimal adalah kesesuaian pekerjaan dengan kemampuan dan passion mereka, atau dikenal dengan job matching.
 
Permasalahan yang timbul hampir di semua perusahaan adalah hasil assessment belum bisa menjawab kebutuhan untuk job matching dan bagaimana mengembangkan karyawan. Di sisi lain seringkali terjadi bisa antara hasil asesmen dengan kondisi riil di lapangan. Pimpinan dengan experience tinggi gagal asesmen untuk menempati posisi tertentu dengan predikat tidak disarankan. Permasalahan berikutnya adalah terus mau diapakan? Ditambah lagi tidak tersedianya data yang akurat atau hasil analisis yang dapat dijadikan rujukan dalam pola pengembangan karyawan dan pembentukan tim agar kinerja unit kerja meningkat.
 
 
 

SOLUSI

Leadership Endurance Test (LET) hadir untuk melengkapi asesmen yang telah ada, dan diharapkan keberadaannya menyempurnakan berbagai alat asesmen yang telah dilakukan selama ini. LET hadir  mengabdikan diri membantu perusahaan menyiapkan dirinya menghadapi tantangan organisasi kedepan dengan basis strategi yang tepat dan berkelanjutan, serta menyiapkan SDM dengan endurance yang tinggi. SDM dengan endurance yang tinggi  adalah SDM  tangguh yang mampu menghadapi turbulensi tekanan-tekanan yang terus meningkat, dan menemukan solusi efektif menghadapi tekanan tersebut.
 
Dengan demikan solusi LET bagi perusahaan adalah
1. Optimasi Pemanfaatan Potensi SDM
2. Menempatkan SDM Yang Tepat Pada Posisi Yang Tepat
3. Menempatkan SDM Yang Mengejar Kinerja Dengan Passion Tinggi

 

 

Pemimpin tidak memaksa orang lain untuk mengikutinya - dia mengundang orang untuk ikut dalam sebuah perjalanan. (Charles Lauer)

Pola Pikir Leadership Endurance Test

POLA PIKIR LET

Endurance adalah aktualisasi aktivitas seseorang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang disebut Endurance Individu (EI). Endurance ditentukan oleh minimal 3 (tiga) faktor yaitu kompetensi, kepribadian, dan value hidup. Kompetensi merupakan kemampuan dalam berbagai aspek yaitu kemampuan teknis, manajerial, kepemimpian dan kompetensi lainnya. Kompetensi tersebut hanyalah berupa potensi yang dimiliki oleh SDM tersebut. Potensi seseorang hanya akan bermanfaat bagi perusahaan jika diaktualisasikan menjadi endurance.
 
Untuk mendapatkan SDM yang sesuai pada suatu posisi jabatan maka setiap posisi jabatan harus dibuat persyaratan minimum yang dibutuhkan untuk memangku jabatan tersebut yang disebut Endurance Minimum Jabatan (EMJ). Bobot EMJ berbeda antara  perusahaan dan perusahaan lainnya dan juga berbeda antara satu jabatan dengan jabatan lainnya dalam perusahaan yang sama. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik bisnis perusahaan,  perbedaan tugas dan tanggung jawab jabatan pada masing-masing perusahaan. Selain itu juga dipengaruhi oleh faktor geografis, kultur, dan dinamika tantangan eksternal yang dihadapi. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pejabat akan menjadi optimum jika terjadi kesesuaian Endurance Minimum Jabatan (EMJ) dengan Endurance Individu (EI) pemangku jabatan atau disebut dengan Job Matching.
 
Endurance individu didapatkan dari assessment terhadap kemampuan menghadapi berbagai jenis tekanan (endurance tekanan) dan kemampuan mendapatkan solusi yang efektif (endurance solusi) dalam menyelesaikan permasalahan.  
Karena perbedaan karakteristik perusahaan maka metode analisis dan assessmen LET berbeda antara satu perusahaan dengan perisahaan lainnya. Secara rinci, pola pikir LET dapat dilihat pada gambar berikut :
 

 

9 TEKANAN LET

Secara garis besar setiap SDM menghadapi 3 tekanan, yaitu tekanan risiko, eksternal dan internal dan masing-masing kelompok tekanan dijabarkan lagi menjadi 3 tekanan.
 
Tekanan Risiko terdiri dari: 
(1) Risiko bisnis
(2) Risiko jabatan, dan
(3) Risiko individu.
 
Tekanan Eksternal terdiri dari:
(1) perubahan lingkungan usaha,
(2)  persaingan bisnis, dan
(3)  kekuasaan.
 
Tekanan Internal terdiri dari:
(1) target perusahaan,
(2)  atasan, dan
(3) pribadi.
 
Tekanan risiko bisnis adalah tekanan yang terjadi untuk menghindari dan mengelola risiko bisnis yang diperkirakan terjadi, dapat diukur secara nyata, dan berpengaruh pada kinerja perusahaan dalam jangka pendek, menengah dan panjang. 
Tekanan risiko jabatan adalah tekanan yang terjadi dalam memilih alternatif keputusan terbaik dalam koridor ketentuan dan kewenangan jabatan. Resiko jabatan yang mungkin terjadi dapat berupa penilaian terhadap kinerja, mutasi, penurunan jabatan, remunerasi, bahkan dapat berupa sanksi berat. 
Tekanan individu adalah tekanan yang bersumber dari  pengambilan keputusan yang yang terkait pada jabatan namun belum ada aturannya atau belum jelas aturannya dan berpotensi berdampak pada risiko yang ditanggung secara individu, berupa risiko hukum dan/atau nama baik.
Tekanan perubahan lingkungan usaha adalah tekanan yang bersumber dari pengambilan keputusan karena berubahnya lingkungan usaha yang berlaku pada semua sektor bisnis yang umumnya bersifat makro, seperti inflasi, nilai tukar, perubahan harga komoditas, perubahan politik serta hal-hal lain yang bersifat makro.
Tekanan persaingan bisnis adalah tekanan yang terjadi karena dinamika persaingan bisnis dalam sektor bisnis yang sama dan atau terkait. Tekanan tersebut dapat bersumber dari masuknya pesaing baru, gerakan pesaing yang sudah ada, perubahan peraturan perundang-undangan, teknologi, kebijakan pemerintah dan lain-lain.
Tekanan kekuasaan adalah tekanan yang bersumber dari kekuasaan untuk mengambil keputusan yang terkait dengan kewenangan namun bertentangan dengan GCG, peraturan perundang-undangan, dan/atau bukan merupakan tugas dan tanggung jawab pejabat tersebut. Tekanan kekuasaan dapat bersumber dari “kerabat” atasan, pejabat pemerintah, anggota DPR/DPRD, penegak hukum, partai politik, orang dekat kekuasaan, LSM, Ormas, Media, dan/atau tokoh masyarakat. 
Tekanan target adalah tekanan yang bersumber dari target pemegang saham dan/atau atasan yang dijadikan sebagai penilaian kinerja yang dituangkan dalam bentuk KPI (Key Performance Indicators) perusahaan, unit dan/atau individu. 
Tekanan atasan adalah tekanan yang bersumber dari atasan langsung dan/atau atasan tidak langsung (kerabat atasan, atasannya atasan, dan/atau afiliasi atasan) untuk memanfaatkan kewenangan yang tidak sesuai dengan GCG dan/atau bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, dan/atau bukan merupakan tugas dan tanggung jawab sesuai posisi jabatan yang ditempati.
Tekanan pribadi adalah tekanan yang bersumber dari keluarga, dan/atau kerabat untuk memanfaatkan kewenangan demi kepentingan pribadi. Kepentingan pribadi dapat berupa untuk dinikmati sendiri, keluarga dan/atau kerabat dengan memanfaatkan kewenangan yang dimiliki sesuai jabatan yang ditempati. 
Pengukuran endurance individu pada masing-masing variabel diukur dengan bobot 1 sampai 9 untuk masing-masing endurance tekanan dan endurance solusi. Dengan demikian terdapat 162 variasi bobot endurance individu yang dianalisis.

 

Metodologi Leadership Endurance Test

METODOLOGI

Metode yang digunakan dalam asesmen LET terdiri dari offline dan online yang yang terdiri dari 6 tools, yaitu:  Endurance Responsiveness Assessment (ERA), Endurance Awareness Assessment (EAA), Endurance Managerial Assessment (EMA), Endurance Open Assessment (EOA), Endurance Behavioral Assessment (EBA), dan Endurance Solution Strive Assessment (ESSA). 
 
Tools Leadership Endurance Test ini  disusun dengan penuh kesungguhan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dan sesuai dengan standard psikometri dan kamus kompetensi Leadership Endurance yang telah diverifikasi oleh Prof. Dr. Asmadi Alsa, SU, Guru Besar Psikometri, Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Prof. Dr. Cholichul Hadi, M.Si. dari Fakultas Psikologi UNAIR Surabaya.  

 

TUJUAN & MANFAAT LET

TUJUAN LET

Tujuan Leadership Endurance Test (LET) adalah:
- Mengetahui endurance masing-masing SDM dalam menghadapi tekanan dan menemukan solusi efektif, 
- Penempatkan SDM sesuai karakteristik endurance tekanan dan solusi yang dimiliki, dan
- Program pendidikan dan pelatihan SDM yang sesuai untuk meningkatkan endurance.

 

MANFAAT PRAKTIS LET

Dari hasil LET, Para pengambil keputusan dapat dengan mudah  mengambil keputusan yang tepat untuk : 
Penempatan SDM pada posisi jabatan yang menyebabkan endurance optimum dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, 
Memilih SDM yang endurance tertinggi pada masing-masing jabatan, dan 
Menata tim untuk menutupi kekurangan atau kelebihan endurance pejabat pada posisi yang akan ditempati. 
 

OUTPUT LET

Leadership Endurance Test, menghasilkan  7 (tujuh) output LET, yaitu :
1. Jenis dan bobot endurance yang terdapat pada masing-masing posisi jabatan sesuai tugas, tanggung jawab, dan tantangan yang dihadapi, 
2. Jenis dan bobot endurance pengaruh faktor geografi, kultur, dan karakteristik bisnis masing-masing daerah. 
3. Bobot dan peringkat endurance yang paling berpengaruh pada masing-masing jabatan. 
4. Endurance individu, berupa hasil assesment endurance masing-masing individu. 
5. Profil endurance individu untuk job matching. 
6. Peringkat kesesuaian jabatan untuk masing-masing individu sesuai hasil job matching antara EMJ (endurance minimum jabatan) dengan EI (endurance individu). 
7. Peringkat kesesuaian calon untuk masing-masing jabatan sesuai hasil job matching jabatan
 

Testimoni & Video Pelaksanaan LET

GALLERY "LET"

(021) 292 373 40

(021) 292 373 41

PT. Dirga Cahya Abadi Anugrah
Villa Pamulang Blok CH 8 NO.17
Tangerang Selatan

info@dirgacahyaabadi.com